Bandung - Sebungkus plastik transparan, berisikan biji kopi dan dipasang stiker sampel kopi berwarna putih bergaris biru ditunjukan R Yugian Leonardy. CEO Grav Farm Indonesia ini menunjukkan sampel green bean yang dilelang pada tahun 2017 lalu dengan harga tertinggi Rp.2.005.000,- per Kg dalam lelang Kopi Specialty Indonesia yang diselenggarakan SCAI. Kopi specialty asal Ciwidey, Kabupaten Bandung berhasil memecahkan rekor kopi termahal di Indonesia dan dunia pada saat itu. Sejak kemenangan itu, kopi Grav Farm Indonesia yang memiliki home base di wilayah Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey ini dikenal dunia. Spesialis kopi specialty ini setiap tahunnya melakukan ekspor ke sejumlah negara di Eropa, Asia hingga Amerika. detikJabar berkesempatan berkunjung ke tempat produksi kopi Grav Farm Indonesia dan bertemu langsung dengan R Yugian Leonardy. Dalam perbincangannya, Yugian mengatakan, jika kopi yang diproduksinya mulai diekspor pada tahun 2018 lalu. "2015 kita mulai belajar pemrosesan. Kalau awalnya sih di daerah sini Lebak Muncang. Tapi, setelah 2015 itu kita mulai ke Kertasari, Gunung Wayang. Nah, di sana kita ada sekitar 50-60 hektaran," kata Yugian membuka perbincangan dengan detikJabar, Jumat, 7 Februari 2025. Seiring waktu berjalan, Grav Farm Indonesia memiliki lahan seluas 150-200 hektar yang ditanami kopi. Selain di Kabupaten Bandung Yugian juga melebarkan sayap ke sejumlah daerah lainnya di Jawa Barat. "Akhirnya, sekarang tidak hanya di Kabupaten Bandung ada juga di Ciamis, ada juga di Tasikmalaya hingga Manglayang dengan jumlah petani sebanyak 236 orang," ujarnya Selengkapnya https://www.detik.com/jabar/berita/d-7767606/berkat-cacing-kopi-specialty-asal-ciwidey-melanglangbuana-ke-luar-negeri.